Kamis, 17 September 2009

C O N G R A T U L A T I O N S

Sebelumnya saya mo tanya dulu ne, film action apa yang menurut Anda paling seru dan menegangkan? Saya yakin, jawaban Anda pasti berfariatif... Tapi menurut saya, yang paling seru adalah Operasi Penyergapan Teroris di Desa Kedu Temanggung Jawa Tengah. Lebih seru dari film action karena ini disiarkan secara live oleh beberapa stasiun TV. Yaa.. begitu serunya Operasi Penyergapan yang dilakukan Densus 88 pada tanggal 18 - 08 - 09 dalam waktu hampir 18 jam, sampai membuat beberapa pemirsa di seluruh Tanah Air dibelain ga tidur semaleman.

Dari Operasi Penyergapan yang dipenuhi angka2 cantik penuh keberuntungan itu (angka delapan '8'... red) Target Operasinya adalah orang pada sketsa dibawah ini.

Tetapi dibalik Drama Penyergapan yang mengerahkan satu kompi pasukan baju hitam bersenjata lengkap dan disertai peralatan canggih dan juga robot2an reemote control itu ternyata hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Orang yang diduga Noordin berhasil dilumpuhkan dan tewas, tetapi ternyata adalah Ibrahim si tukang bunga.

Ibrohim tewas dengan beberapa luka tembak, dan rumah persembunyian teroris yang dikontrak dari pemilik bernama Muzahri porak poranda, dindingnya bolong2 mirip sarang lebah, kacanya hancur berantakan, gentengnya banyak yang terbang kena efek ledakan bom.

Setelah Operasi Penyergapan di Temanggung ini usai, banyak tanggapan dari berbagai pihak. Ada yang memberikan Dukungan, Ucapan Selamat kepada Polri, tapi ada juga yang sedikit kecewa karena ternyata si Noordin masih belum tertangkap. Selanjutnya Polri dan segenap jajaranya terus melakukan perburuan terhadap buronan Terosis kelas wahid ini.


Akhirnya, setelah tepat satu bulan setelah Operasi di Temanggung Polri berhasil membuat Noordin M Top benar2 tidak berkutik. Noordin dikepung disebuah rumah kontrakan di Jebres, Solo, JAwa Tengah, sempat terjadi baku tembak di pagi buta yang akhirnya berhasil menghabisi Nordin dan ketiga teroris lainnya yang tinggal dalam satu rumah.

Noordin, petualanganmu usai sudah... Seluruh Masyarakan Indonesia sangat bangga kepada Polri atas keberhasilannya dalam Operasi Penyergapan di Solo ini.

Kalo kemaren Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan resmi Ucapan Selamat dan penghargaan buat Polri khususnya Densus 88 atas keberhasilannya menangkap Terosis paling dicari Noordin M Top. Sekarang ijinkan saya juga memberikan apresiasi yang tinggi buat keberhasilan Polri dalam melumpuhkan Noordin M Top. Berbeda dengan operasi di Temanggung yang diliput live olah berbagai media, operasi Densus 88 kamaren di Jebres Solo cenderung tertutup dari media.

Selanjutnya, dengan sudah tidak adanya Noordin M Top yang gentayangan di muka bumi ini bukan berarti tugas Polri dalam pemberantasan terorisme selesai. Terus berjuang Polri, kami segenap masyarakat Indonesia siap mendukung. Dua Jempol buat Kepolisian Republik Indonesia



Lampiran:
Berikut saya sampaikan kronologis tewasnya Noordin M Top yang saya kutip dari media nasional

Kapolri Jenderal Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyebutkan, gembong teroris Noordin M Top yang berhasil ditangkap Satgasus Densus 88 Mabes Polri di Solo, merupakan pimpinan Al-Qaeda wilayah Asia Tenggara.
Pada konferensi pers di Mabes Polri, Kamis sore (17/9), Bambang Hendarso menyebutkan, penyergapan di salah satu rumah di Solo itu, dilakukan secara cepat setelah diperoleh informasi dari teroris yang ditangkap sebelumnya.
Berikut kronologis yang diungkap oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri:
Anggota Satgasus Densus 88 Mabes Polri berhasil memperoleh informasi adanya satu kelompok yang patut diduga jaringan teroris di daerah Solo, Jawa Tengah.
Pada Rabu (16/9) sekitar pukul 11:30, tersangka teroris Rahmat Puji di tangkap Satgasus di Solo. Dari interogasi, Satgasus berhasil menangkap Supono alias Kedu pada pukul 15:00, yang langsung diinterogasi di lapangan.
Dari hasil interogasi inilah Satgasus memperoleh lokasi rumah di Dusun Kepuhsari, solo yang diduga menjadi persembunyian sekelompok teroris, termasuk Noordin M Top.
Informasi tersebut, ujar Kapolri langsung dilakukan evakuasi masyarakat sekitar. Ketika Satgasus mencoba mengetok dan mendobrak pintu rumah itu, dari dalam langsung muncul berondongan senjata. “Tembak menembak terus terjadi hingga subuh tadi,” ujar Kapolri.
Menurut Kapolri, menjelang subuh tim Satgasus melakukan tindakan cepat sehingga berhasil melumpuhkan perlawanan dari dalam rumah. Hasilnya, teroris Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Susilo alias Adib, Aryo Sudarso alias Aji dan Noordin M Top, ditemukan tewas. (*els/bo)

Sumber:
http://matanews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar